Bekatul, Gizinya Kaya Betul

http://caralangsing.net/smart-detox/smart-detox-jakarta-pusat/jual-smart-detox-murah-di-cempaka-putih-jakarta-pusat-dki-jakarta/

Bekatul, Gizinya Kaya Betul

Mendengar kata bekatul, beberapa orang segera mengaitkannya dengan bahan untuk pakan ternak. Bekatul memanglah adalah hasil sambilan dari sistem penggilingan atau penumbukan gabah jadi beras. Pada sistem itu berlangsung pembelahan endosperma beras (yang umum kita makan sebagai nasi) dengan bekatul yang disebut susunan yang menyelimuti endosperma. Beragam riset tunjukkan, bekatul beras mempunyai komponen gizi yang begitu diperlukan manusia. Jadi pantas disayangkan bila bekatul cuma diperuntukkan sebagai pakan ternak. Bukanlah DedakBila gabah di hilangkan sisi sekamnya lewat sistem penggilingan (pengupasan kulit), bakal didapat beras pecah kulit (brown rice). Beras pecah kulit terdiri atas bran (dedak serta bekatul), endosperm, serta embrio (instansi). Endosperma terdiri atas kulit ari (susunan aleuron) serta sisi berpati. Setelah itu, sisi endosperma itu bakal alami sistem penyosohan, membuahkan beras sosoh, dedak, serta bekatul. Sistem penyosohan adalah sistem penghapusan dedak serta bekatul dari sisi endosperma beras. Keseluruhannya sistem penggilingan padi jadi beras bakal membuahkan 1628 % sekam, 6-11 % dedak, 2-4 % bekatul, serta sekitaran 60 % endosperma. Maksud penyosohan untuk membuahkan beras yang lebih putih serta bersih. Semakin tinggi derajat sosoh, makin putih serta bersih penampakan beras, namun makin miskin zat gizi. Pada penyosohan beras dibuat dua jenis limbah, yakni dedak (rice bran) serta bekatul (rice polish). Bahan Pangan Dunia (FAO) sudah membedakan pengertian dedak serta bekatul. Dedak adalah hasil sambilan dari sistem penggilingan padi yang terdiri atas susunan samping luar butiran beras (perikarp serta tegmen) serta beberapa instansi beras. Bekatul adalah susunan samping dalam butiran beras (susunan aleuron/kulit ari) serta beberapa kecil endosperma berpati. Dalam sistem penggilingan padi di Indonesia, dedak dibuat pada sistem penyosohan pertama, bekatul pada sistem penyosohan ke-2. Beberapa orang melukiskan bekatul sebagai limbah dengan bau tengik, apek, serta asam. Persepsi itu tak seutuhnya benar lantaran bekatul mempunyai ciri-ciriistik cita rasa yang lembut serta agak manis. Bau tak enak bakal nampak bila bekatul mulai alami rusaknya. Bekatul memiliki kandungan karbohidrat cukup tinggi, yakni 51-55 g/100 g. Kandungan karbohidrat adalah sisi dari endosperma beras lantaran kulit ari begitu tidak tebal serta menyatu dengan endosperma. Hadirnya karbohidrat ini begitu untungkan lantaran bikin bekatul bisa dipakai sebagai sumber daya alternatif. Kandungan protein pada bekatul juga begitu baik, yakni 11-13 g/100 g. Dibanding dengan telur, nilai protein bekatul memanglah kalah, namun masihlah lebih tinggi apabila dibanding dengan kedelai, biji kapas, jagung, serta tepung terigu. Dibanding dengan beras, bekatul mempunyai kandungan asam amino lisin yang lebih tinggi. Zat gizi lain yang menonjol pada bekatul beras yaitu lemak, kandungannya meraih 10-20 g/100 g. Minyak yang didapat dari bekatul bisa dipakai sebagai satu diantara minyak makan yang paling baik diantara minyak yang ada, serta telah di jual dengan cara komersial di sebagian negara. Kelebihan dari minyak bekatul untuk menurunkan Cholesterol. Bekatul beras juga kaya vitamin B kompleks serta vitamin E. Vitamin B kompleks begitu diperlukan sebagai komponen pembangun badan, sedang vitamin E adalah anti-oksidan yang begitu kuat. Diluar itu, bekatul adalah sumber mineral yang begitu baik, tiap-tiap 100 gramnya memiliki kandungan kalsium 500700 mg, magnesium 600-700 mg, serta fosfor 1. 000-2. 200 mg. Bekatul juga adalah sumber serat pangan (dietary fiber) yang begitu baik. Terkecuali untuk membuat lancar saluran pencernaan, hadirnya serat pangan juga punya pengaruh pada penurunan kandungan Cholesterol darah. Prof. Dr. Made Astawan, Pakar Tehnologi Pangan, Pengisi rubrik di Tabloid Style Hidup Sehat.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s