Beberapa ratus Tumbuhan Obat di Jambi Kurang Publikasi

smart detox depok

Beberapa ratus Tumbuhan Obat di Jambi Kurang Publikasi

JAMBI, SENINPotensi tumbuhan obat-obatan yang diketemukan dari sebagian taman nasional di Jambi sejumlah 101 type hasil riset Tim Asia Medika Jakarta pada masa 1990-an, dinilai kurang dipublikasikan untuk dapat digunakan hingga belum banyak di kenal dengan cara luas. Pemprov Jambi mesti mempromosikan potensi type tumbuhan obat supaya dilirik perusahaan-perusahaan farmasi serta perusahaan jamu tradisional di Indonesia, kata Ketua Umum DPP Paduan Entrepreneur Jamu Tradisional Indonesia, DR Charles Saerang selesai melantik pengurus DPD Paduan Entrepreneur Jamu Propinsi Jambi, di Jambi, Senin. Ia menyampaikan, DPP Paduan Entrepreneur Jamu Indonesia siap menolong serta bekerja bersama mempromosikan potensi tumbuhan obat itu. Jenis tumbuhan itu dapat diperkembang oleh industri kecil obat tradisional (IKOT), sebab sampai kini perusahaan jamu tradisional baru fokus pada tanaman seperti kencur, kunyit, samiloto, temu lawak, jahe, serta madu lebah. Ia megakui potensi tanaman obat di Indonesia cukup banyak, tetapi belum dikelola serta diperkembang jadi product jamu serta obat untuk tingkatkan kesehatan orang-orang, lantaran minimnya Sumber Daya Manusia (SDM) untuk memakai tanaman obat-obatan itu. Lembaga-lembaga riset serta perguruan tinggi di Indonesia sampai kini ramai lakukan riset tanaman obat, tetapi tak terkoordinir, tumpang tindih serta masihlah untuk kebutuhan akademis. Oleh karenanya, DPP Paduan Entrepreneur Jamu Indonesia minta agarpemerintah memberi keringanan untuk lakukan riset bahan baku product dari tanaman obat. Penelitian itu bakal berkepanjangan, baik pra klinis serta klinis hingga jadi product yang layak di produksi serta di pasarkan. Jadi hasil riset tanaman obat itu bukan sekedar untuk kebutuhan sebentar namun mesti berkepanjangan yang berguna untuk orang-orang, tuturnya. Ia optimistis perusahaan jamu di Indonesia, terlebih di Jawa Tengah serta Jawa Timur sebagai sentra product jamu paling besar di Indonesia bakal merespon riset kelanjutan type tumbuhan obat di taman-taman nasional di Jambi itu, bila di promosikan dengan cara kontinyu. Berdasarkan catatan Balai Taman Nasional Bukit Dua Belas (TNBD) serta Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Propinsi Jambi yang turut lakukan riset berbarengan Tim Asia Medika Jakarta pada masa 1990-anmenemukan 101 type tumbuhan obat akar ampelai kijang (tetracera scandens mon) yang dapat dipakai untuk obat mules serta luka. Ampedu tanoh (eurycoma longifolia jack) untuk obat malaria, akar kuduk kuya atau akar terperinggil (unidentifield) untuk obat diare berdarah, serta batuk berdahak, daun puar (amomun sp) obat gatal-gatal, serta getah jernang (daemonorops sp) obat pusing serta demam, serta daun sedingin (kalanchoe pinnata pers) untuk obat mandul serta demam.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s